This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

SERI CERITA RAKYAT WONOGIRI “Kisah Ki Pandanarum Sang Pengelana Dari Mataram” Cerita Rakyat Paranggupito

gunung buthak paranggupito
Panorama Gunung Buthak Paranggupito tempat pengembaraan Ki Pandanarum


Sebuah kisah seorang pengembara dari Mataram yang bernama Ki Pandanarum. Beliau masih termasuk keluarga keraton Mataram, tetapi Ki Pandanarum memilih mengembara untuk bertapa dari pada tinggal di lingkungan istana. Tekadnya sudah bulat untuk berkelana menuruti kat ahatinya. Pada suatu hari berangkatlah Ki Pandanarum seorang diri meninggalkan Mataram menuju Parangtritis yaitu sebuah pantai yang terletak di sebelah selatan kerajaan Mataram.


Setelah sampai di Parangtritis, Ki Pandanarum istirahat sejenak. Menjelang tengah hari, Ki Pandanarum mendapatkan petunjuk untuk bertapa di Gua Endog, yaitu sebuah gua yang terletak di bibir pantai wilayah perbatasan antara Parangtritis dan Wonosari (sekarang). Ki Pandanarum mendapatkan petunjuk dari Hyang Widhi untuk menlanjutkan perjalanan menuju arah matahari terbit. Waktu itu bulan purnomosidi dengan tekad bulat berangkatlah Ki Pandanarum menyisir pantai ke arah timur. Perjalananpun sangat melelahkan, hutan belantara menghadang, bukit terjal menantang tanpa beliau hiraukan. Akhirnya setelah beberapa hari menempuh perjalanan sampailah Ki Pandanarum di suatu tempat yang ada penduduknya.

Sebuah pedusunan kecil yang penduduknya berbadan tegap-tegap, kekar yang sepintas tampak seperti orang-orang menyeramkan. Dusun itu bernama parang yang terletak di pinggiran danau yang dikelilingi pepohonan besar. Rumah penduduk masih sangat sederhana, dengan beratapkan daun ilalang. Konon kabarnya Parang termasuk wilayah pemerintahan seorang Ronggo yang berdomisili di Dusun Ngringin (sekarang masuk wilayah Ngargoharjo). Mengapa dinamakan Ngringin, konon saat sinuhun Kanjeng Gusti Mangkunegoro III memerintahkan abdi dalemnya untuk menanam pohon ringin sakembaran di dusun tersebut sebagai tanda batas wilayah kekuasaan Ratu Kidul dan sekaligus untuk tolak bala, yaitu mageri angin.

Ki Pandanarum istirahat sejenak dibawah pohon elo yang sangat rindang dan berbuah lebat. Lama kemudian lewatlah seorang penduduk dan akhirnya bertemu Ki Pandanarum, kemudian orang itu bertanya kepada Ki Pandandarum, “Ki Sanak, mengapa Ki Sanak berada di tempat ini? Kalau boleh tau, siapakah nama Kisanak, dan dari manakah asal usul Ki Sanak?”. Kemudian Ki Pandanarum menjawab dengan kata-kata yang halus dan santun, “Terima kasih Ki Sanak, sebut saja saya Pandanarum, hamba dari Mataram, saya datang kemari hanya melaksanakan petunjuk Hyang Widhi”. Setelah beberapa saat bercakap-cakap, akhirnya Ki Pandanarum diterima kedatangannya.

Karena keramahtamahannya, akhirnya Ki Pandanarum bisa berbaur dengan warga sekitar mayarakat Parang yang kelihatan seram-seram, sangar, dan sakti mandraguna. Pada saat itu sebagian besar masyarakat Parang masih melestarikan ilmu kanugaran, joyo kawijayan, peninggalan dari seorang pengelana Majapahit, yaitu, Ki Curocono. Di saat beramah tamah, Ki Pandanarum dengan arif dan bijaksana menyampaikan kawruh ilmunya yaitu agar masyarakat tahu tentang hakekat hidup dan kehidupan. Bersikap santun, ramah, guyub rukun, serta asih kepada sesama. Ki Pandnarum tidak selalu menetap di rumah penduduk karena tiap malam beliau memilih tinggal di gubug-gubug milik petani di tengah ladang, itupun beliau lakukan dengan memohon ijin kepada pemiliknya.

Di malam yang sunyi, Ki Pandanarum merenung dan dalam hati kecil beliau berkata, “Oh ternyata dugaanku keliru, warga masyarakat sekitar sini yang tampaknya galak-galak ibarat seperti tajamnya parang, tetapi ternyata mau dan bisa ditata (diatur)”. Akhirnya Ki Pandanarum berjalan ke arah selatan, sampailah Ki Pandanarum di sebuah pantai yang penuh  dengan rumput menjalar yang bisa digunakan sebagai obat (tanaman sembukan).

Ki Pandanarum belum tahu apa nama pantai itu. Menjelang tengah malam Ki Pandanarum pergi ke puncak bukit sebelah barat pantai (pantai Sembukan sekarang) di atas batu pelataran di puncak bukit itu (sekarang telah dibangun, berupa pelataran, Ki Pandanarum bersemadi untuk memohon ampunan atas kesalahannnya juga memohon petunjuk apa yang harus beliau lalukan. Menjelang pagi Ki Pandanarum mendapatkan bisikan kalbu, bahwa kelak setelah ada raja Surakarta berkunjung ke tempat ini, Parang dan sekitarnya akan menjadi tempat sangat penting dan ramai. 

Ternyata bisikan ini benar adanya, bahwa saat ini Kecamatan Paranggupito sekarang banyak dikunjungi warga utamanya untuk berwisata di Pantai yang ada di Paranggupito karena keindahan dan keelokannya.
Penasaran dengan wilayah Paranggupito? Ayo rame-rame neng Wonogiri!
Share:

SERI CERITA RAKYAT WONOGIRI “LEGENDA MISTIS SENDANG SIWANI” Cerita Rakyat Selogiri

Sendang Siwani
Sendang Siwani Selogiri Kabupaten Wonogiri


Wonogiri memang dikenal sebagai tempat petilasan para tokoh dari jaman keraton hingga tokoh besar bangsa ini dalam mencari kekuatan spiritual sebagai modal dalam mewujudkan cita-cita. Banyak tempat atau petilasan yang dianggap memiliki kekuatan spiritual dan biasa dilakukan untuk bersemadi mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Alam Jagad Raya. 


Salah satu petilasan yang terkenal mempunyai aura mistis adalah Sendang Siwani. Sendang Siwani terletak di Desa Singodutan Kecamatan Selogiri.
Dikisahkan jaman dahulu masa perjuangan Pangeran Sambernyawa dalam mengobarkan perang gerilya melawan VOC Belanda yang menjajah rakyat pribumi, selain meraih kemenangan juga tidak luput dari kekalahan. Suatu waktu, Pangeran Sambernyawa terdesak oleh pasukan Belanda sampai akhirnya bergerak ke arah selatan dari keraton Surakarta. Pangeran Sambernyawa bersama pasukannya sampai suatu tempat di wilayah Nglaroh, sekarang masuk wilayah Selogiri. 

Di kala itu, Pangeran Sambernyawa dan pasukannya dalam kondisi lelah dan mental yang rapuh karena dikejar pasukan Belanda. Di tempat ini,  beristirahatlah Pangeran Sambernyawa sambil mengatur strategi perang yang akan dihadapi kelak. Setelah beberapa hari, Pangeran Sambernyawa melanjutkan perjalanan yang akhirnya sampai di sebuah tempat di tepi sendang yang sangat jernih airnya. 

Di pinggir sendang ini, Pangeran Sambernyawa bersemadi seraya mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa mohon petunjuk situasi yang sedang dihadapi.
Pada suatu waktu, dalam semadinya Pangeran Sambernyawa dikejutkan oleh suara perkelahian dua ekor kerbau. Satu kerbau masih muda dan lawannya seekor kerbau yang besar dan kelihatan kuat.
Kerbau muda terdesak oleh serudukan kerbau besar hingga tanduknya patah. Kerbau muda  yang kalah tadi berlari menuju sendang lalu minum airnya.

Anehnya setelah keluar dari sendang, kerbau muda tadi pulih lagi kekuatannya dan timbullah keberanian untuk berkelahi lagi dengan lawannya.
Sungguh ajaib, kerbau muda seakan mendapat kekuatan baru dan mampu melanjutkan perlawanan dengan musuhnya. Dan akhirnya kerbau muda mengalahkan kerbau musuhnya itu hingga tidak berdaya.

Melihat peristiwa itu, Pangeran Sambernyawa meyakini bahwa air dari sendang itu memiliki tuah sebagai pembangkit semangat dan kekuatan yang dahsyat.
Pangeran Sambernyawa kemudian menemui prajuritnya dan meminta untuk meminum air sendang sebagai spirit pembangkit kekuatan melawan VOC Belanda.
Dalam sejarah tercatat bahwa perang gerilya Pangeran Sambernyawa berakhir dengan kemenangan.

Berdasarkan peristiwa itu, Sendang  ini kemudian diberi nama Sendang Siwani, yang memiliki arti pembangkit keberanian.

Saat ini Sendang Siwani masih dianggap sebagai tempat untuk memperoleh keberkahan. Banyak warga berkunjung untuk laku tirakat maupun hanya ingin melihat petilasan ini.
Penasaran dengan Sendang Siwani? Ayo rame-rame neng Wonogiri!
Share:

Isu Kenaikan Pajak Kendaraan 3 kali lipat : Mudahnya Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Wonogiri, Ternyata ini kenaikannya...

STNK Pajak Kendaraan Bermotor 2017
Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2017


Beberapa waktu yang lalu pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Peraturan ini untuk menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang hal sama, dan berlaku efektif mulai 6 Januari 2017.
 
Kebetulan bulan Januari 2017 ini, motor saya pas waktunya pajaknya jatuh tempo dan harus segera dibayar. Dengan berbagai info yang beredar bahwa pajak akan naik tiga kali lipat membuat saya penasaran berapa pajak motor saya.

Segera setelah meluncur ke Samsat Wonogiri yang kebetulan merupakan tempat membayar pajak untuk wilayah sesuai dengan alamat nama pemilik STNK, saya dilayani cukup ramah oleh petugas Samsat di bagian pendaftaran. 


Cukup menyerahkan STNK asli dan KTP Asli, langsung diberi nomor antrian. Tidak lebih 15 menit menunggu karena antrian tidak terlalu banyak, langsung dipanggil di loket kasir untuk membayar pajak ulang motor. 

Begini rinciannya (besar kecil nominal pajak sangat tergantung jenis dan tahun motor) :
Jenis Motor : Suzuki Smash Tahun 2004

BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ) : Rp. 0,-
PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) : Rp. 66.000,-
SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) : Rp. 25.000,-
Biaya ADM. STNK : Rp. 0,-
Biaya ADM. TNKB (Plat Nomor) : Rp.  0,-
Jumlah yang harus dibayar : Rp. 101.000,-

Ternyata Pajak Turun....
Jika dibandingkan dengan pajak tahun lalu, motor saya malah pajaknya tahun ini turun! Tahun lalu pajak motor saya Rp. 102.500,- jadi turun Rp. 1.500,- (hehe...lumayan)

Ini ternyata yang naik....
Setelah di loket penyerahan STNK, begitu dipanggil petugas kita dimintai dana Rp. 25.000,- untuk biaya pengesahan STNK. Inilah ternyata kenaikan pajak yang dahulu memang tidak ada biaya sekarang dikenakan sesuai jenis kendaraan. 

Sistem pengesahan STNK kalau dahulu dengan Stempel dari lembaga Kepolisian RI maka sekarang dirubah menjadi penempelan stiker hologram dengan nomor seri tertentu. Itulah gambaran penerapan PP Nomor 60 Tahun 2016 di Samsat Wonogiri. 

Besar dan jenis kenaikan dapat tanya di mbah Google....
Orang Bijak Taat Pajak... (Padahal  Taat aja ga bayar pajak....Hehehe)


Share:

Definition List

Unordered List

Support